Langsung ke konten utama

Turu Siji Turu Kabeh

bel berbunyi, waktunya pelajaran PKn, namun saat itu Pak Suad hanya memberi tugas dan meninggalkan kelas, karena beliau ada urusan,
langsung, kami mengerjakan tugas tersebut, mungkin 30 menit kami sudah selesai mengerjakannya, lalu bel kedua berbunyi,
saat itu, aku iseng-iseng mencari koran di dalam gudang yang ada di kelasku, lalu aku memiliki ide untuk menjadikannya alas, untuk tidur di lantai, hehe,
teman-teman saya ikut-ikutan tidur,
jadi seperti inilah jadinya kelas kami:



caturan
cinlok,, hehe

tak menghiraukan apapun

tidur di kursi pun nyaman
curhat

malu-malu
inilah kekompakan arek-arek lanang ipa telu...hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekspresi Galau dalam Bahasa Jepang

suatu ketika, saya ngetweet, sekalian menambah ekspresi2 dalam bahasa jepang, lalu ada follower yang mention, "tema hari ini galau ya?" hehehe, jadi saya membuat rangkuman tweet saya yang dikira galau tersebut, 1. aishitemo ii desu ka | bolehkah aku mencintaimu? 2.  anata no egao ga daisuki desu yo | aku sangat suka senyumanmu lo 3. konban, boku no yume ni anata o aitai desu | malam ini, aku ingin bertemu dg mu di dalam mimpiku

Kisah Dua Ekor Burung Merpati

Alkisah, di sebuah hutan terdapat 2 ekor burung merpati yang bersahabat. Burung merpati putih dan burung merpati berwarna cokelat. Mereka berdua adalah sahabat sejati. Keduanya saling menolong dan membantu jika ada salah satu di antara mereka yang membutuhkan. Tidak hanya kepada sahabatnya, mereka terkenal baik hati kepada seluruh penghuni hutan. Baik merpati putih maupun merpati cokelat adalah burung yang ramah dan jujur. Hanya saja merpati putih yang lebih cerdas daripada merpati cokelat. Merpati putih suka mencari tahu tentang segala hal.  Merpati putih selalu bersama merpati cokelat kemana pun mereka pergi, mulai dari mencari makan, belajar dan mengunjungi teman yang lain. Penghuni hutan yang lain sudah mengetahui persahabatan di antara keduanya, bahkan sang raja hutan, yaitu singa yang memberikan istilah sahabat sejati kepada keduanya. Pada suatu hari yang cerah, saat merpati putih dan merpati cokelat terbang bersama, mereka melihat kerumunan binatang di bawah mer...

Ponokawan Somen dan Dewi Mardhiyah

Bagi Ponokawan Somen semakin susah ia mendekati seorang wanita, semakin besar rasa cintanya kepada wanita tersebut. Mungkin bagi seorang pejuang seperti Somen, cinta wanita adalah sesuatu yang harus dimenangkan, meskipun kenyataannya 95% kisah cinta Somen selalu berakhir menyedihkan. Ia tidak hanya kalah tapi juga dicampakkan, dipermalukan, dikhianati.  Kisah cinta sang pemimpin ponokawan yang akan saya ceritakan kali ini ialah cinta kepada seorang dewi yang pernah magang di Negeri Madayu, namanya Dewi Mardhiyah asal Negeri Bantani. Ponokawan Somen mengenal sang dewi ketika di Padepokan Jagariya 88. Dewi Mardhiyah ditugaskan oleh rajanya untuk mendalami ilmu pengadaan barang dan jasa di padepokan tersebut. Di suatu kesempatan, mereka berdua berada dalam satu ruangan. Itulah momen pertama kali Somen bertemu seorang wanita manis yang belum pernah ia lihat di Padepokan Jagariya 88. Somen menatap mata indah bola pimpong miliknya. Ada perasaan aneh yang merayap di dada Somen. Perasaan y...