"Kenapa lagi kau, Men?" tanya Ponokawan Junet, sembari mendekat, lalu duduk di samping Somen yang sedang menatap danau belakang istana. "Haruskah seseorang semakin dewasa tentang cinta, setelah ia mengalami beberapa kali patah hati, Jun?" Pandangan Somen semakin kabur. Ia berusaha tegar namun ia tak sanggup menahan air mata yang seindah kaleidoskop itu di matanya. "Setiap orang berhak menjadi dewasa, Men. Semua orang juga berhak merasakan cinta," Junet yang sebelumnya memandangi muka Somen, setelah tahu mata temannya itu mulai berair, ia mengalihkan pandangannya ke arah danau. "Kau harus belajar dari masa lalu, bukankah kau pernah merasakan hal yang sama ketika mencintai Dewi Kencana Asri?"
faktivis, anti kredo, pencari persamaan di tengah perbedaan, udah hobi nggambar sejak kecil, dan baru saja suka nulis