Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label aksi

Volta bagian 1 : Credas telah Kembali

Rex Stone sudah menghitung kapan waktu yang tepat untuk menjemput Raptor G, sahabatnya. Raptor G adalah ilmuwan yang berambisi membuat mesin waktu hanya untuk melihat kehidupan dinosaurus secara langsung, lalu membekukan diri supaya bisa kembali ke masa kini. Selain karena perhitungan yang mendetail, Rex Stone semakin yakin bahwa sahabatnya itu telah berhasil menyelesaikan ambisinya setelah ada kabar angin bahwa seorang manusia purba ditemukan membeku di laut Maroon, seperti apa yang sudah direncanakan Raptor G. Rex Stone harus segera bergegas menuju Negara bagian Greatania tempat laut itu berada. Entah mengapa, ada hubungannya atau tidak, kebetulan atau tidak, namun Raptor G muncul di saat yang tepat ketika sebuah geng pemberontak bersenjata kembali bangkit. Geng yang berusaha menggulingkan negara pemerintahan pusat. Raptor G adalah yang pertama, pikir Rex Stone. Ia bermaksud mengumpulkan 6 sahabat yang lain. Dengan adanya Raptor G di sebelahnya, mereka dapat merencanakan rencana sel...

Seorang Pria yang Memutuskan untuk Bermetamorfosis

Dryad –peri pohon-- suku Papilione, para Papilionis duduk melingkari Fura Tre, pohon pinus keramat di dalam hutan Skogur, di Negara Islandia. Mereka mengikuti ritual malam ini dengan khidmat, terutama Torir. Peri bertubuh pria itu telah mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya. Sekumpulan Eldur –api roh— tiba-tiba menyala di sekeliling para Papilionis, ketika seorang tetua mengumumkan, “Malam ini, salah satu anak kita akan melakukan myndbreyting. Ia memutuskan untuk menjadi dewasa. Semoga para roh mengawalnya.” Para Papilionis mengeluarkan kata-kata semacam Amiin untuk membalas doa tersebut. Ketika suara-suara lirih itu menghilang, tetua melanjutkan, “Torir putra Haukr, majulah. Ambillah sehelai daun dari Fura Tre.” Setelah titah itu keluar, dengan perasaan antara bangga dan gundah Torir melangkah ke depan. Ia harus mengambil sehelai daun berbentuk jarum yang gugur dari Fura Tre. Pengambilan daun menjadi sebuah simbolis dan awal proses myndbreyting –seperti metamorfosis--...

Pembunuhan Setelah Wisuda

Ian bersedih melihat tubuh Sekar bersimbah darah. Ada bulatan kecil di dada samping bahu kanan yang tercipta gara-gara peluru yang ditembakkan kepadanya. Wanita itu telah menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Ian. Dilihatnya hadiah dan bunga yang tak sempat ia ucapkan terima kasih itu tergeletak. Pria berkacamata yang telah mengganti kostum wisudanya dengan pakaian khas Assassin bertekad akan mengejar pasukan Templar yang telah melakukan hal keji itu. Setelah membaringkan Sekar, mendoakan ketenangan untuk wanita itu, pikiran Assassin muda melambung pada kejadian beberapa menit yang lalu. Seharusnya ini adalah hari paling membahagiakan untuk Ian dan Sekar. Pagi sehabis Ian berganti pakaian wisuda dan memakai toga di kamar mandi kampus, ia bersama Soi berjalan ke arah Graha ITS. Semuanya tampak normal. Sebagai seorang Assassin tentu saja ia harus selalu waspada dengan segala kemungkinan. Ia menyelipkan sebuah bilah pisau tersembunyi di balik jubah panjangnya, yang dapat la...