Langsung ke konten utama

Fun in SAS


Menyenangkan! Seru! Gokil! itulah kata-kata yang terlontar arek-arek ipa telu, setelah hari ini (11/02) bersama-sama hunting foto dan makan di SAS cafe. Bagaimanakah ceritanya?
 



Sesuai dengan kesepakatan, kelas XIIP3 berencana mengambil foto untuk buku kenangan di SAS, dan kami sepakat berkumpul dulu di sekolah pukul 14.00 WIB. Pukul 14.00 WIB, yang sudah berada di sekolah yaitu Fikri, Yudha, dan Vido, yang lainnya terlambat. Kami saat itu cemas karena langit mendung, tentunya kami takut, bila turun hujan. Sampai pukul 15.30, semuanya sudah berkumpul, kecuali Ani dan Vika yang menyusul, kami berangkat ke SAS, Alhamdulillah waktu itu hanya gerimis.

menyeberangi jembatan

Kami di jalan, bagaikan sebuah gangster yang sedang konvoi, memenuhi jalan yang kami lalui. Itulah yang membuat kekompakan kami sangat terasa. Semuanya melaju perlahan, namun penuh kekeluargaan.

konvoi

arek-arek ipa telu tampak dari kejauhan

semuanya kompak

SAS terletak tidak jauh dari bundaran Pakuwon City. Lokasinya terletak di pinggir jalan raya, namun agak masuk ke dalam. Waktu itu, kami ragu-ragu dengan lokasi tersebut, karena jalan menuju SAS, adalah jalan yang kotor dan banjir. Namun, setelah kami masuk, sungguh sebuah lokasi yang keren, cocok untuk hunting foto.
Setelah sholat ashar di musholah yang ada di dalam SAS, kami langsung memulai untuk berfoto, semuanya bersiap. Dari memakai make up sampai mencari lokasi dan background yang diinginkan. Yang menjadi fotografer yaitu Made. Dengan kameranya, ia menangkap semua pose andalan dari arek-arek ipa telu.

semuanya bersiap

lokasi foto
Narsis memang, tapi menyenangkan. Kami semua menikmati saat-saat itu. Setelah berfoto-foto, makan bersama. Heuheuheu.
Kami pulang dari sana pukul 19.30 WIB.
Hari yang sangat menyenangkan.

boyband
Kekeluargaan ipa telu semakin terasa....hehe

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekspresi Galau dalam Bahasa Jepang

suatu ketika, saya ngetweet, sekalian menambah ekspresi2 dalam bahasa jepang, lalu ada follower yang mention, "tema hari ini galau ya?" hehehe, jadi saya membuat rangkuman tweet saya yang dikira galau tersebut, 1. aishitemo ii desu ka | bolehkah aku mencintaimu? 2.  anata no egao ga daisuki desu yo | aku sangat suka senyumanmu lo 3. konban, boku no yume ni anata o aitai desu | malam ini, aku ingin bertemu dg mu di dalam mimpiku

Kisah Dua Ekor Burung Merpati

Alkisah, di sebuah hutan terdapat 2 ekor burung merpati yang bersahabat. Burung merpati putih dan burung merpati berwarna cokelat. Mereka berdua adalah sahabat sejati. Keduanya saling menolong dan membantu jika ada salah satu di antara mereka yang membutuhkan. Tidak hanya kepada sahabatnya, mereka terkenal baik hati kepada seluruh penghuni hutan. Baik merpati putih maupun merpati cokelat adalah burung yang ramah dan jujur. Hanya saja merpati putih yang lebih cerdas daripada merpati cokelat. Merpati putih suka mencari tahu tentang segala hal.  Merpati putih selalu bersama merpati cokelat kemana pun mereka pergi, mulai dari mencari makan, belajar dan mengunjungi teman yang lain. Penghuni hutan yang lain sudah mengetahui persahabatan di antara keduanya, bahkan sang raja hutan, yaitu singa yang memberikan istilah sahabat sejati kepada keduanya. Pada suatu hari yang cerah, saat merpati putih dan merpati cokelat terbang bersama, mereka melihat kerumunan binatang di bawah mer...

Ponokawan Somen dan Dewi Mardhiyah

Bagi Ponokawan Somen semakin susah ia mendekati seorang wanita, semakin besar rasa cintanya kepada wanita tersebut. Mungkin bagi seorang pejuang seperti Somen, cinta wanita adalah sesuatu yang harus dimenangkan, meskipun kenyataannya 95% kisah cinta Somen selalu berakhir menyedihkan. Ia tidak hanya kalah tapi juga dicampakkan, dipermalukan, dikhianati.  Kisah cinta sang pemimpin ponokawan yang akan saya ceritakan kali ini ialah cinta kepada seorang dewi yang pernah magang di Negeri Madayu, namanya Dewi Mardhiyah asal Negeri Bantani. Ponokawan Somen mengenal sang dewi ketika di Padepokan Jagariya 88. Dewi Mardhiyah ditugaskan oleh rajanya untuk mendalami ilmu pengadaan barang dan jasa di padepokan tersebut. Di suatu kesempatan, mereka berdua berada dalam satu ruangan. Itulah momen pertama kali Somen bertemu seorang wanita manis yang belum pernah ia lihat di Padepokan Jagariya 88. Somen menatap mata indah bola pimpong miliknya. Ada perasaan aneh yang merayap di dada Somen. Perasaan y...