Langsung ke konten utama

Ayam Bakar Spesial

Berawal dari pesan singkat Yudha, yang mengajak temen2 untuk acara bakar-bakar di rumah Vido, aku merasa keberatan, karena ini sangat mendadak, namun setelah aku konfirmasi ke Vido langsung, ternyata acara ini memang sudah  fix dan sudah dipersiapkan olehnya. Jadi tidak enak kalau tidak hadir.

Pagi itu, Senin (23/04) beberapa teman masuk sekolah, dan saat itu aku masih di rumah, online. Dan berniat ke sekolah juga, namun agak siang, saat aku akan berangkat, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Ipe untuk membahas masalah ini, mereka sekalian berbelanja bahan-bahan yang akan dimasak sewaktu bakar-bakar. Ayam 4 kilo, jagung, bumbu, mentega, semua sudah siap, tinggal menunggu maghrib.



Waktu yang ditunggu telah tiba, aku masih penasaran dengan tweet Yudha ''Nanti pesta..hahaha", wow, bakalan seperti apa acara bakar-bakar nanti. Aku lupa alamat Vido, jadi aku bersama temen2, berkumpul di lapangan dekat SMAN 17.
Sudah datang semua, langsung berangkat.

Kumpul


Setibanya di rumah Vido, temen2 langsung bakar-bakar, jagung terlebih dahulu, sebagai camilan sebelum makan makanan utama, ayam bakar. Jagung seperti biasa, ada bumbu manis dan pedas.

Bakar Jagung
 
Yaa walaupun tadi mukanya pada putih dan bau wangi, namun setelah bakar-bakar, terkena asap, bisa dibayangkan bagaimana akhirnya.


Contoh efek bakar-bakar

Selain bakar-bakar, temen2 juga melakukan aktivitas yang lainnya, seperti PDKT, bermain monopoli, nonton TV, makan camilan, foto-foto, dan sebagainya. Semuanya nampak seru menjelang kelulusan. Mengapa tidak dari dulu acara yang seperti ini diadakan.

Lagi nonton TV
Saat yang ditunggu-tunggu tiba, waktunya ayam mendapatkan tempat yang terbaik di pemanggang. Ayam 4 kilo itu harus dibakar semua, Junet dan Made sebagai sie perkipasan, Eka sebagai sie pembumbuan. Nampak dari jauh saja sudah menggiurkan, hmm..nyam nyam.

Bakar ayam

Setelah siap, semuanya langsung menuju tempat makan dan mengambil nasi. Ambil ayam dua potong, sambel dituangkan, langsung serbuu. Semuanya sangat menikmati ayam bakar spesial #ipatelu, yang tidak ada duanya, karena di makan bersama-sama keluarga #ipatelu.

Sayangnya tidak semua anggota #ipatelu ikut, hanya beberapa dan ada tambahan dari kelas lain, namun tak apalah, insya Allah masih ada banyak waktu untuk kita berkumpul bersama.

Kita memang spesial, kita hanya butuh kesederhanaan untuk menunjukkan kekeluargaan kita ~ #ipatelu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekspresi Galau dalam Bahasa Jepang

suatu ketika, saya ngetweet, sekalian menambah ekspresi2 dalam bahasa jepang, lalu ada follower yang mention, "tema hari ini galau ya?" hehehe, jadi saya membuat rangkuman tweet saya yang dikira galau tersebut, 1. aishitemo ii desu ka | bolehkah aku mencintaimu? 2.  anata no egao ga daisuki desu yo | aku sangat suka senyumanmu lo 3. konban, boku no yume ni anata o aitai desu | malam ini, aku ingin bertemu dg mu di dalam mimpiku

Kisah Dua Ekor Burung Merpati

Alkisah, di sebuah hutan terdapat 2 ekor burung merpati yang bersahabat. Burung merpati putih dan burung merpati berwarna cokelat. Mereka berdua adalah sahabat sejati. Keduanya saling menolong dan membantu jika ada salah satu di antara mereka yang membutuhkan. Tidak hanya kepada sahabatnya, mereka terkenal baik hati kepada seluruh penghuni hutan. Baik merpati putih maupun merpati cokelat adalah burung yang ramah dan jujur. Hanya saja merpati putih yang lebih cerdas daripada merpati cokelat. Merpati putih suka mencari tahu tentang segala hal.  Merpati putih selalu bersama merpati cokelat kemana pun mereka pergi, mulai dari mencari makan, belajar dan mengunjungi teman yang lain. Penghuni hutan yang lain sudah mengetahui persahabatan di antara keduanya, bahkan sang raja hutan, yaitu singa yang memberikan istilah sahabat sejati kepada keduanya. Pada suatu hari yang cerah, saat merpati putih dan merpati cokelat terbang bersama, mereka melihat kerumunan binatang di bawah mer...

Ponokawan Somen dan Dewi Mardhiyah

Bagi Ponokawan Somen semakin susah ia mendekati seorang wanita, semakin besar rasa cintanya kepada wanita tersebut. Mungkin bagi seorang pejuang seperti Somen, cinta wanita adalah sesuatu yang harus dimenangkan, meskipun kenyataannya 95% kisah cinta Somen selalu berakhir menyedihkan. Ia tidak hanya kalah tapi juga dicampakkan, dipermalukan, dikhianati.  Kisah cinta sang pemimpin ponokawan yang akan saya ceritakan kali ini ialah cinta kepada seorang dewi yang pernah magang di Negeri Madayu, namanya Dewi Mardhiyah asal Negeri Bantani. Ponokawan Somen mengenal sang dewi ketika di Padepokan Jagariya 88. Dewi Mardhiyah ditugaskan oleh rajanya untuk mendalami ilmu pengadaan barang dan jasa di padepokan tersebut. Di suatu kesempatan, mereka berdua berada dalam satu ruangan. Itulah momen pertama kali Somen bertemu seorang wanita manis yang belum pernah ia lihat di Padepokan Jagariya 88. Somen menatap mata indah bola pimpong miliknya. Ada perasaan aneh yang merayap di dada Somen. Perasaan y...